Sudutpandang.co.id, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) menggelar puncak ajang pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Jombang 2026, bertempat di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Kamis(23/7/26). Acara grand final yang digelar mengakat tema “Generasi Berdaya, Remaja Berkarya, Bangsa Berjaya” ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jombang, Lilik Zulailiyah Agus Purnomo, selaku wakil Bunda GenRe Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi pemilihan figur remaja berprestasi, melainkan langkah strategis investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia guna menyambut era bonus demografi sekaligus cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Lilik Zulailiyah Agus Purnomo mengingatkan bahwa Indonesia dan Jombang khususnya akan memasuki masa bonus demografi pada kurun waktu 2030–2045. Kondisi ini adalah peluang emas sekaligus tantangan berat
“Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar jika generasi mudanya sehat, cerdas, berkarakter, dan punya perencanaan hidup matang. Namun sebaliknya, jika tidak disiapkan dengan baik, ini bisa berubah menjadi bencana demografi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran vital keluarga, khususnya ayah, dalam membentuk karakter remaja. “Kami mengajak seluruh masyarakat menggaungkan semangat Ayah Terlibat, Keluarga Kuat, Remaja Berencana. Kehadiran dan teladan ayah sangat menentukan lahirnya generasi tangguh yang bebas dari perilaku berisiko,” tambahnya.
Terakhir, ia berpesan kepada seluruh finalis untuk tetap menjadi inspirasi tanpa memandang hasil kompetisi. “Jadilah pelopor perubahan di lingkunganmu sendiri. Semoga kalian semua menjadi bagian dari kesuksesan Jombang dan Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPPKB PPPA Kabupaten Jombang, Mua’amarotus Sholikhah, menjelaskan bahwa Duta GenRe dipersiapkan untuk menjadi teladan serta agen perubahan di tengah masyarakat. Para pemenang nantinya akan aktif mengedukasi teman sebaya terkait berbagai isu krusial bagi masa depan remaja: mulai dari pendewasaan usia perkawinan, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan pada usia anak, hingga bahaya penyalahgunaan NAPZA dan perilaku berisiko lainnya.
“Kami mencari remaja yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan siap membawa perubahan positif. Duta GenRe adalah wajah harapan generasi muda Jombang,” ungkapnya.
Proses seleksi tahun ini berjalan sangat ketat, diikuti sebanyak 125 peserta dari siswa SMA dan SMK se-wilayah Jombang. Melalui serangkaian tahapan administrasi, tes tertulis, wawancara, pembekalan materi, hingga uji kompetensi, akhirnya terpilih 20 finalis – 10 putra dan 10 putri yang tampil di babak puncak.(Azl/Red).






