Sudutpandang.co.id, Jombang – Dukung program swasembada pangan nasional, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan serahkan bantuan 1 Kwintal bibit jagung Bisi-18 untuk lahan seluas 5 hektare kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di tanah tegal milik Zainul Muhid yang berlokasi di Dusun Glugu, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.
Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang, Kapolsek Kudu AKP Imam Subekti, Serma Tarmaji dari Koramil Kudu, Camat Kudu Wiwik Eko Retno, Koordinator Wilayah (Korwil) Pertanian Kecamatan Kudu Suyanto, Asper Tapen Bandi Sugiarto, Kepala Desa Katemas Suwono, Ketua Gapoktan Desa Katemas Zainul Muhid, serta para anggota Kelompok Tani (Poktan) Desa Katemas.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan, apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Forkopimcam, pemerintah desa dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan.
Ia menegaskan bahwa penanaman jagung serentak dengan target 5 hektare di setiap desa merupakan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan.
“Kami dari Polres Jombang hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para petani. Program penanaman jagung ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Lanjutnya, jika kita konsisten dan bersinergi, hasilnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
” Saya berharap, program ini dapat berjalan berkelanjutan. Sinergi yang solid antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Kita optimistis Kabupaten Jombang dapat menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan, bahkan berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit jagung jenis Bisi-18 secara simbolis oleh Kapolres Jombang kepada Ketua Gapoktan Desa Katemas. Selanjutnya, Kapolres bersama para tamu undangan melaksanakan penanaman jagung secara simbolis sebagai tanda dimulainya program penanaman jagung di wilayah tersebut.(Red).






