Sudutpandang.co.id, Jombang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang menghadirkan program RSUD Jombang Menyapa, ruang berbagi informasi kesehatan yang dikemas secara santai dan mudah dipahami masyarakat. Dalam edisi terbaru, topik yang diangkat adalah HIV dan AIDS, yang sering menimbulkan pertanyaan serta stigma di lingkungan sosial. Acara yang digelar. Rabu (10/6/2026). Menghadirkan narasumber kompeten, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mukhammad Burhanuddin.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mukhammad Burhanuddin menjelaskan perbedaan mendasar antara keduanya. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang secara langsung menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara itu, AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang muncul akibat kerusakan parah pada daya tahan tubuh akibat infeksi HIV.
“Perlu digarisbawahi HIV adalah penyebabnya, sedangkan AIDS adalah manifestasi atau dampak penyakitnya. Ini bukan penyakit keturunan, melainkan akibat terinfeksi. Meskipun ada jalur penularan dari ibu ke anak, hal itu terjadi karena paparan virus, bukan faktor keturunan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Virus HIV secara spesifik menyerang sel CD4, yang berperan sebagai pengatur utama pertahanan tubuh. Ketika sel ini rusak, tubuh kehilangan kemampuan melawan infeksi, sehingga penyakit yang seharusnya ringan bisa berkembang menjadi sangat serius.
Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Baru
Ia menyampaikan data terkini yang mengkhawatirkan. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah kasus HIV/AIDS, bahkan masuk dalam 10 besar negara dengan kasus baru terbanyak. Ia mengingatkan risiko fenomena “gunung es”, di mana jumlah kasus yang tercatat kemungkinan hanya sebagian kecil dari angka sebenarnya di lapangan.
Ia juga menambahkan, Salah satu tantangan utama adalah masa inkubasi virus yang panjang. Seseorang yang terinfeksi bisa saja tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, bahkan hingga 10 tahun. Ada pula periode jendela (window period) di mana tes medis belum dapat mendeteksi keberadaan virus, padahal orang tersebut sudah dapat menularkannya ke orang lain.
Cara Penularan dan Mitos yang Perlu Diluruskan
Penularan HIV terbatas pada jalur tertentu, yaitu melalui hubungan seksual, transfusi darah yang tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, serta dari ibu hamil ke janinnya. Sebaliknya, virus ini tidak menular melalui sentuhan fisik, berjabat tangan, makan bersama, atau berbagi ruang.
“Jangan takut berinteraksi. Kita tidak boleh memberikan stigma buruk kepada penderita. Mereka butuh dukungan untuk berobat, bukan dikucilkan,” tegasnya.
Untuk pencegahan, masyarakat disarankan menerapkan prinsip ABCDE yaitu A – Abstinensi: Tidak melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan, B – Setia: Memiliki satu pasangan seksual yang terpercaya, C – Kondom: Menggunakan kondom dengan benar dan konsisten jika berisiko, D – Hindari Narkoba: Menghindari penggunaan narkoba, terutama yang disuntikkan serta E – Edukasi: Memperoleh informasi yang benar dan menyebarkannya.
Perlu diketahui, RSUD Jombang juga sudah memiliki Poli VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang siap memberikan konseling, pemeriksaan serta pengobatan HIV AIDS.(Azl/Red).






