Sudutpandang.co.id, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang terus berupaya dalam pemenuhan Alat dan Mesin Tanaman (Alsintan) di 2026. Rabu(4/3/26). Langkah tersebut difokuskan pada modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan mencapai swasembada pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Eko Purwanto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, sesuai dengan hasil survey yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, hingga saat ini kebutuhan Alsintan di Kabupaten Jombang masih belum mecukupi.
“ Alsintan yang masih kurang di Kabupaten Jombang diantaranya alat olah lahan traktor, alat tanam Rice Transplanter serta alat panen harvester,” ujarnya.
Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam mendukung budidaya tanaman petani di Kabupaten Jombang.
“ Beberapa Alsintan akan di salurkan pada 2026 diantaranya Combine Hovester sebanyak lima unit, Kendaraan roda tiga sebanyak tujuh unit, Pompa air sebanyak tiga unit, Traktor roda dua Rotary sebanyak sembilan unit, Traktor roda dua Singkal sebanyak empat unit serta Traktor roda empat sebanyak tiga unit,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini ia juga menjelaskan syarat utama bagi para Poktan atau Gapoktan agar bisa menerima hibah Alsintan yaitu harus mempunyai legalitas yang jelas dari Surat Keputusan Bupati, tidak menerima Alsintan secara berturut-turut terutama alat yang sama dan harus mempunyai kesanggupan untuk mengoperasionalkan Alsintan tersebut yang nanti akan ada fakta integritasnya.
“ Bantuan hibah alsintan saat ini masih menjadi konsen Pemerintah Kabupaten Jombang maupun Pusat, karena ketersediaannya masih kurang dan penurunan tenaga kerja di bidang pertanian yang menurun drastis,” tuturnya
Ia berharap, adanya program hibah alsintan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha petani. Sehingga proses pengolahan lahan, tanam, hingga panen dapat dilakukan lebih cepat, hemat biaya dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Pungkasnya.(Red).






