
SudutPandang.co.id Jombang – Perumdam Tirta Kencana Jombang terima Kunjungan Kerja (Kunker) Korwil Lima PERPAMSI Jawa Timur, membahas berbagai persoalan dan tantangan dalam mengembangkan Perusahaan Daerah Air Minum masing-masing Kabupaten dan Kota, bertempat di Kantor Perumdam Tirta Kencana Jombang. Jumat(23/1/26). Rombongan Korwil Lima PD PERPAMSI Jatim tersebut diterima langsung oleh Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim dengan didampingi oleh manajerial perusahaan. Jumat(23/1/26).
Koordinator wilayah lima perpamsi PD Jatim Yani Setiawan selaku pemimpin rombongan meyampaikan, Kunker yang dilaksanakan untuk saling berbagi strategi dan infornasi pengembangan BUMD Air Minum guna perkuat pengembangan BUMD Air Minum masing-masing Kabupaten dan Kota.
“ Penguatan kelembagaan dan strategi pengembangan BUMD Air Minum lintas Kabupaten dan Kota ini salah satunya bertujuan untuk mensukseskan misi Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan 30 persen cakupan pelayanan air minum aman. Ini memerlukan berbagai upaya termasuk saling mendukung dan menguatkan masing-masing BUMD Air Minum,” ujarnya.
Lanjutnya, strategi-strategi yang telah nyata berhasil dilakukan oleh BUMD Air Minum dalam kerangka meningkatkan kualitas layanan, salah satunya yang telah dilakukan oleh Perumdam Tirta Kencana, termasuk pengembangan AMDK Tiber menjadi perihal yang patut untuk diaplikasikan dengan penyesuaian kebutuhan dan daya dukung lokal masing-masing BUMD Air Minum Kabupaten maupun Kota.
Ditempat sama, Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang Khoirul Hasyim didampingi manajerial perusahaan menyambut baik kegiatan ini dan memberikan kesempataan terbuka kepada seluruh peserta yang hadir guna saling berdiskusi dan berbagi informasi.
“ Kami sangat berbahagia dengan kedatangan teman-teman insan ledeng Korwil Lima PD PERPAMSI Jatim ini. Kami membuka ruang untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi tentang strategi pengembangan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing BUMD Air MInum Kabupaten Kota yang hadir,” tuturnya
Ia mengungkapkan, kegiatan ini untuk saling menguatkan, saling belajar, saling berbagi strategi guna mendukung ketercapaian pelayanan air minum aman 30 persen skala Nasional di 2030.
” Selain berdiskusi tentang strategi “selling point” Tiber. Kami juga melakukan diskusi dan berbagi informasi tentang pengembangan IoT pada tata kelola manajerial serta aplikasi teknisnya guna monitoring tekanan pada jaringan perpipaaan sebagai upaya penurunan NRW, efisiensi energi, dan juga hal-hal lain yang berkenaan langsung dengan strategi peningkatan performa BUMD Air Minum.” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan berbagai strategi pemasaran dan penguatan nilai jual produk AMDK. Mulai dari aspek branding, perluasan target pasar, hingga pendekatan komunikasi kepada masyarakat agar produk lokal mampu menjadi pilihan utama konsumen.
” Forum ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan bisnis AMDK, baik dari sisi produksi, pemasaran, perizinan, maupun keberlanjutan usaha,” paparnya.
Ia menegaskan, bahwa keberhasilan AMDK tidak hanya ditentukan oleh kualitas air yang dihasilkan, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga kelengkapam legalitas, higienitas dan kepercayaan publik. Sinergi antar Perumdam / PDAM melalui kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk saling belajar, memperkaya perspektif, dan mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“AMDK bukan hanya soal produksi air minum dalam kemasan, tetapi bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas, legalitas dan keberlanjutan produk. Seperti upaya kami untuk menjadikan TIBER sebagai pilihan pasti masyarakat Jombang dalam pemenuhan air minum kemasan” ungkapnya.
Rombongan juga melakukan kunjungan ke tempat produksi AMDK TIBER (Tirta Berkah), produk unggulan milik Perumdam Tirta Kencana Jombang. Rombongan meninjau alur proses produksi secara langsung, mulai dari pengelolaan air baku, tahapan filtrasi dan sterilisasi, hingga proses pengisian dan pengemasan akhir, sambil berdiskusi mengenai peralatan produksi, pemenuhan standar legal, serta sistem pengawasan mutu yang diterapkan.
Selama kunjungan tersebut, para peserta memberikan apresiasi terhadap sistem produksi dan manajemen kualitas yang dijalankan pada unit AMDK TIBER. Mereka menilai bahwa tata kelola yang diterapkan dapat menjadi acuan bagi daerah lain dalam mengembangkan produk AMDK yang tidak hanya memenuhi standar keamanan dan kualitas, tetapi juga memiliki nilai jual yang kuat di pasar.
Sebagai informasi, Korwil Lima PD PERPAMSI Jatim memiliki tujuh anggota BUMD Air Minum yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung.(Red).



