Sudutpandang.co.id, Jombang — Semangat kebersamaan dan kekayaan budaya mewarnai Desa Plosogeneng, Kabupaten Jombang, dalam perhelatan akbar Gelar Potensi dan Karnaval Pawai Budaya Desa Plosogeneng, Minggu (20/9/2026). Kegiatan meriah ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan mengusung tema “Guyub Rukun Desa Maju” — bukti nyata bahwa persatuan warga adalah fondasi utama kemajuan desa.
Pawai budaya yang diikuti ribuan warga ini dilepas langsung dari Lapangan Desa Plosogeneng oleh unsur Forkopimcam Jombang bersama Kepala Desa Plosogeneng, Bimo Ryo Herdiawan. Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa, mengingat peserta pawai berasal dari seluruh wilayah desa — mencakup 8 Rukun Warga (RW) dan 42 Rukun Tetangga (RT) yang berpartisipasi secara penuh.
Penutup Rangkaian HUT RI ke-81, Warga Tunjukkan Kekompakan
Kepala Desa Plosogeneng Bimo Ryo Herdiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga atas partisipasi luar biasa dalam rangkaian kegiatan memperingati kemerdekaan kali ini.
“Saya sampaikan sekali lagi terima kasih atas peran dan partisipasi seluruh warga Desa Plosogeneng. Semoga ke depan semakin meriah, semakin bertambah guyub rukunnya, dan kegiatan berjalan lancar hingga akhir,” ujar Bimo saat melepas pawai.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar seremonial, melainkan tekad bersama untuk membangun desa berlandaskan kerukunan dan kebersamaan.
“Guyub rukun adalah kunci utama agar Desa Plosogeneng terus maju dan berkembang. Tanpa persatuan warga, mustahil kita bisa mewujudkan kemajuan yang kita harapkan bersama,” tegasnya.
Penampilan Kesenian Tradisional Reog Ponorogo sebagai Pembuka Gelar Potensi dan Karnaval Pawai Budaya Plosogeneng
Kebersamaan – Aset Terbesar Desa Plosogeneng
Keterlibatan menyeluruh dari setiap wilayah desa, menandakan tingginya rasa kepemilikan dan kepedulian warga terhadap kemajuan desanya. Kepala Desa menyoroti bahwa partisipasi merata seperti inilah yang menjadi modal utama pembangunan di tingkat desa.
“Kegiatan seperti inilah yang menjadi modal utama pembangunan di tingkat desa. Ketika seluruh warga bersatu dan bergerak bersama, tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Kebersamaan adalah aset terbesar yang dimiliki Desa Plosogeneng,” ungkap Bimo.
Selain karnaval yang memukau, kegiatan ini juga menjadi wadah Gelar Potensi Desa, di mana warga memamerkan berbagai kekayaan budaya dan tradisi Nusantara. Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan identitas desa sekaligus mendorong semangat kreativitas masyarakat setempat.
Momentum Penguatan Silaturahmi & Kemajuan Desa
Kegiatan Gelar Potensi dan Karnaval Pawai Budaya Desa Plosogeneng ini diharapkan tidak hanya menjadi penutup rangkaian perayaan kemerdekaan dan hiburan semata, tetapi juga menjadi momentum penguatan silaturahmi, pelestarian budaya, serta pendorong semangat pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa mendatang.(Azl/Red).