Sudutpandang.co.id, Surabaya – Dalam upaya meningkatkan pemahaman geopolitik dan menanamkan nilai nasionalisme sejak dini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Airsoft Gun menyelenggarakan seminar bertajuk “Membedah Geopolitik, Konflik Global untuk Memperkuat Bela Negara”. Rabu(6/5/26).
Kegiatan yang digelar di Gedung Student Center UWKS ini mengangkat isu strategis terkait dinamika keamanan internasional, khususnya konflik Iran-Israel, serta kaitannya dengan stabilitas dan pertahanan nasional Indonesia. Acara ini memadukan sesi diskusi akademis dengan simulasi taktis sebagai bentuk edukasi menyeluruh bagi generasi muda.
Acara dibuka dengan antusiasme tinggi serta dihadiri langsung oleh berbagai tokoh penting lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga praktisi pertahanan. Di antara yang hadir antara lain Dankomenwa Jawa Timur, Sinung Widiyanto; Koordinator Komponen Cadangan Matra Laut Kodaeral V Surabaya, Letda Bagus Maulana Hendrawan; Ketua Kasatrian Yuda Samudra, Kapten Laut dr. Dimas Aji Pradana; serta perwakilan dari Kocadnas, Hipakad, dan jajaran Kodim setempat.
Tidak hanya mahasiswa, antusiasme juga terlihat dari hadirnya delegasi pelajar dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Surabaya, menandakan pentingnya penanaman nilai bela negara sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Dosen Prodi Ilmu Politik UWKS, Dr. Wahyu Kuncoro, S.IP., M.IP., menekankan bahwa pemahaman geopolitik adalah kunci utama bagi mahasiswa untuk menjaga kedaulatan berpikir di tengah arus informasi global.
“Konflik Iran-Israel adalah refleksi betapa rapuhnya perdamaian dunia. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu menganalisis pergeseran kekuatan global agar bisa berkontribusi melalui diplomasi yang kuat dan pertahanan nasional yang solid,” tegas Dr. Wahyu.
Selain itu, sisi praktis dari semangat bela negara diwujudkan melalui kegiatan olahraga Airsoft Gun. Perwakilan dari Indonesia Airsoft Association (INASSOC) Ignatus Ega Laksono menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hobi, melainkan media efektif untuk melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan strategi taktis.
“Ini adalah implementasi nasionalisme modern yang melatih kesiapan fisik dan mental warga sipil di era kontemporer,” ujarnya.
Ketua HIMAPOL UWKS, Alfiatuz Zahro, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah progresif untuk mencetak kader bangsa yang tangguh secara intelektual maupun fisik.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang siap diterapkan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.
Acara yang dipandu oleh Aditya Rakha ini ditutup dengan sesi simulasi teknis dan penyerahan cenderamata. Sinergi antara HIMAPOL dan UKM Airsoft Gun ini menjadi bukti nyata komitmen civitas akademika UWKS dalam mengawal isu strategis demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(Red).





