Sudutpandang.co.id, Jombang – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah terasa sangat meriah di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Selasa (25/8/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti pawai budaya tahunan yang telah menjadi tradisi berjalan sejak belasan tahun silam.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Ngudirejo bersama masyarakat ini diiringi 15 unit sound system menghiasi sepanjang rute karnaval. Pawai yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB ini berlangsung hingga malam hari, melibatkan warga berbagai usia dari Ngudirejo
Kepala Desa Ngudirejo Lantarno menyampaikan bahwa pawai budaya ini bukan kegiatan baru. Tradisi karnaval dalam rangka memperingati Maulid Nabi telah berjalan sejak ia menjabat sebagai kepala desa pada tahun 2007, dan terus dikembangkan dari tahun ke tahun agar semakin menarik serta mampu melibatkan masyarakat secara lebih luas.
“Diadakan karnaval setiap tahun. Dari mulai saya menjabat dulu 2007 itu sudah ada karnaval. Jadi ini malah dikembangkan lagi karena mengikuti zaman, ada sound-sound hore yang ikut meramaikan,” ujar Lantarno saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kegiatan ini mengusung tema utama peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kerukunan, dan menjaga kebersamaan antarwarga. Lantarno berharap pelaksanaan tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya, aman, lancar, dan tanpa kendala.
“Harapannya untuk ke depan juga akan lebih baik. Harapannya tidak ada permasalahan, lancar, tidak ada kendala apa-apa seperti yang kemarin. Alhamdulillah di Desa Ngudirejo sangat aman,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Diwek Agus Sholihudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ngudirejo dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan meriah dan tertib. Ia menilai pawai budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana efektif mempersatukan masyarakat agar tetap guyub, rukun, dan damai.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Diwek, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Ngudirejo yang pada sore hari ini melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi dengan karnaval. Tujuannya mempersatukan masyarakat agar guyub rukun, damai bersama-sama mengikuti kegiatan ini. Ini sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat, khususnya yang ada di Desa Ngudirejo,” ungkap Agus.
Di tengah kemeriahan, Agus juga mengingatkan seluruh peserta dan warga yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindakan anarkis, tawuran, maupun penggunaan minuman keras.
“Himbauannya jangan sampai terjadi anarkis, tawuran, miras dan sebagainya. Harapan saya semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, karena ini juga dari masyarakat untuk masyarakat,” tegasnya.
Pawai budaya Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Ngudirejo ini menjadi bukti nyata kekuatan tradisi dan nilai keagamaan yang tumbuh dari masyarakat, yang terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas bersama di tengah arus perkembangan zaman. Kegiatan ini diharapkan tak hanya meramaikan peringatan kelahiran Kanjeng Nabi, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta semangat gotong royong warga dalam menjaga kerukunan hidup bermasyarakat. (Azl/Red).






